Inspirasi

Rizki Menggiatkan Kembali Minat Bertukar Kartu Pos Lewat cardtopost.com

Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat banyak orang lebih memilih dunia maya sebagai sarana untuk bertukar informasi, memamerkan karya dan saling bersosialisasi. Hal ini tentu akan mengurangi minat bertukar kartu pos yang dulu sempat menjadi trend di Indonesia, bahkan di beberapa negara lainnya.

Namun siapa yang sangka, ternyata dengan masuknya era digital, justru memberikan celah tersendiri untuk para penggemar kartu pos untuk kembali menggiatkan minat bertukar kartu pos, seperti yang dilakukan oleh Rizky Ramadan. Cowok kelahiran tahun 1988 ini mendirikan sebuah platform media sosial, untuk mengajak orang-orang berkirim kartu pos kreatif yang diberi nama Card to Post.

Lewat website cardtopost.com Rizky memfasilitasi orang-orang untuk saling berkenalan, bertukar alamat, mencari sahabat pena, bertukar kartu pos dan memamerkan kartu pos yang sudah mereka terima. Melalui website ini pula bertukar kartu pos semakin menyenangkan, karena kita juga dapat bertukar karya dengan siapa saja, bahkan dengan orang yang baru kita kenal.

“Ada dua motivasi saya menggagas Card to Post. Pertama, karena suka dengan kreatifitas. Saya suka fotografi. Suka ilustrasi dan juga seni. Apapun yang berbentuk kreatifitas visual. Hal tersebut memberikan saya ide untuk ngajak temen-temen di dunia maya untuk saling bertukar karya. Saya ingin kita, kawula muda yang senang berkarya, terbiasa untuk saling bertukar karya, saling ngapresiasi karya. Dari situlah muncul ide untuk ngajak bertukar karya lewat medium kartu pos. Motivasi keduanya, saya ingin mengajak kawula muda untuk merasakan serunya berkirim kartu pos. Sebelum Card to Post pun, saya sebenarnya belum pernah kirim-kiriman kartu pos. Dan ternyata seru!” ungkap Rizki.

Card to Post juga merupakan Project pertemanan. Awalnya Rizky memulai Card to Post lewat blogspot di tahun 2011, melihat begitu banyak peminatnya yang ini saling bertukar kartu pos dan memamerkan karyanya di blog milik Rizky, akhirnya di tahun 2012 Rizky memutuskan untuk membeli domain Cardtopost.com. Dengan bantuan  teman-temannya, Rizky pun serius mengembangkan Project Card to Post.

“Pendukung pertama saya untuk mendirikan Card to Post adalah Sundea, seorang penulis dan blogger di salamatahari.com. Saya cerita tentang ide ini. Dan dia tertarik, akhirnya Dea ikut membantu mempromosikan proyek ini di blognya. Satu bulan pertama saya menjalankan Card to Post sendiri, tapi di bulan kedua, Dea dan seorang temen saya, Putri Fitria namanya, ikut membantu. Putri lalu minta tolong temen-temennya untuk membuat website. Mereka adalah Hafiz (programmer), Made Wiryawan (desainer), Rayi Wicaksono (programmer) Dalam perjalanannya, masih banyak lagi nama teman yang ikut ngedukung Card to Post. Nyaris seluruh pendanaan program Card to Post itu independen,” aku cowok yang senang dengan dunia fotografi ini.

Comments

comments