Uncategorized

3 Pelaku Industri Kreatif Ini Lebih Suka Pensi di Sekolah

Sekitar tahun 1990-an, para pionir pentas seni (pensi) sekolah sering kali menggelarnya di halaman atau lapangan sekolah. Panggung disusun dari meja dan bangku kelas, tapi ada juga yang udah mulai memakai panggung beneran. Tahun 2000-an, para sekolah-sekolah pionir pensi pun mulai menggunakan guest star. Dari yang tadinya 1-2 guest star, sekarang udah bisa sampai 8-10 guest star. Digelarnya pun udah bukan lagi di dalam sekolah, melainkan di luar sekolah. Seperti di Gedung Olahraga tertentu dan bahkan ada yang menggelarnya di klub. Bebas sih, pensi sekolah mau digelar di mana aja. Tapi menurut 3 pelaku industri kreatif ini, pensi itu baiknya digelar di sekolah lagi. Kenapa?

1. Bang Ucok ‘Jakcloth’: di sekolah lebih inovatif

“Otak” dari acara tahunan bernama Jakcloth ini ternyata suka memperhatikan yang namanya pensi sekolah, sampai sekarang. Soalnya waktu masih berseragam putih abu-abu, dia pernah bikin pensi di sekolahnya.

Menurut bang Ucok, pensi sekolah itu baiknya dibikin di dalam sekolah. Karena banyak anak-anak sekolah yang ngotot bikin pensi di luar sekolah, ujungnya nggak dibolehin karena dananya bakal membengkak.

Selain itu, bang Ucok menyarankan, pensi itu nggak melulu musik. Kamu bisa bikin talkshow atau bazaar. Jadi pensi sekolah yang ada sekarang ini jadi nggak monoton. Pensi di sekolah juga lebih beresensi daripada pensi yang digelar di luar sekolah, yang kesannya cuma ngejar gengsi.

“Sebenarnya esensi pensi itu tergantung dana. Kalau di luar takutnya cuma jadi another concert gitu. Dana Rp 300-400 juta mending sekalian buat festival musik indie. Kalau di sekolah juga bisa bikin sesuatu yang jauh lebih kreatif. Apalagi menurut Saya, dengan budget kecil justru bisa memicu anak-anak sekolah agar dapat berpikir lebih kreatif dan inovatif,” jelasnya.

3. Kunto Aji: identitas sekolah harus selalu ada

Solis berambut keriting ini dulunya ketua OSIS di salah satu SMAN ternama di Yogyakarta. Pelantun Terlalu Lama Sendiri ini pernah bikin banyak kegiatan sekolah dan dia mau berbagi pengalamannya seputar acara kreatif bernama pensi ini.

Dia pernah bikin acara sekolah dengan dana yang amat minim. Karena memang acaranya dibuat di sekolah. Menurut cowok berkacamata ini, dana itu bukan keterbatasan. Jadi kamu jangan patah semangat.

“Tujuan awal kita bikin acara sekolah kan buat menghibur warga sekolahnya dulu. Yang jelas keterbatasan itu justru bikin anak-anaknya jadi terpacu buat berpikir kreatif. Menurut gue pribadi tetap harus ada peran anak-anak sekolah dalam pensi itu. Salah satunya ya bikin acara di sekolah,” ujarnya.

Aji bilang bikin acara di luar sekolah nggak masalah, masalah identitas sekolahnya tetap ada. “Tapi memang, gue lebih prefer bikin acara sekolah ya di sekolah. Lebih ngena ya. Apalagi lebih membanggakan kalau bikinnya di dalam sekolah sendiri,” lanjutnya.

3. Wahyu Aditya: guest star pensi mestinya anak-anak sekolahnya sendiri

Founder sekolah animasi Hellomotion, Wahyu Aditya, juga berpendapat tentang pensi sekolah. Sebagai acara sekolah, pensi itu nggak harus mengandalkan bintang tamu dari artis-artis terkenal.

“Idealnya, bintang utamanya itu harusnya siswa-siswi sekolah itu sendiri. Memamerkan kesenian dan kreativitas mereka sendiri. Mereka butuh event yang bisa mengapresiasi karya mereka. Jika event tersebut meniru template yang sudah ada, sekolah tersebut jadi nggak punya ciri khas,” ujar cowok berkacamata ini.

Selain itu mas Wahyu berpendapat bahwa dana minim bukan sebuah keterbatasan. Lalu, meski acara kamu budget-nya besar, risikonya juga besar. Mas Wahyu pun kasih saran agar kita juga melakukan pendekatan yang berbebda kepada sponsor agar kita dapat lebih mudah mendapatkan tambahan dana.

“Jaman sekarang sponsor nggak lagi tertarik dengan pengunjung yang besar dan logo perusahaan yang terpampang di mana-mana. Mereka lebih senang dengan engagement, kedekatan dengan konsumennya. Jadi harus buat mereka dapat melakukan engagement tersebut,” paparnya.

Nah, itu hanya pendapat dari sebagian pelaku industri kreatif. Pasti nggak cuma mereka saja yang sepakat dengan kembali menggelar pensi di sekolah, pasti masih banyak lagi pecinta acara pensi dan para pelaku industri kreatif yang mendukung acara pensi di sekolah.

Comments

comments