Di tengah riuhnya rilisan pop yang datang silih berganti, Alika Shafira justru memilih langkah sebaliknya: menepi. Bukan untuk menghilang, tapi untuk mendengar, lebih dalam dan lebih jujur, suara dari dalam dirinya sendiri. Dari ruang sunyi itulah lahir sebuah karya yang terasa personal sekaligus relevan, EP berjudul “Alika Shafira: Tentang Diriku”.
Dirilis bersama MDG Music Production, proyek ini bukan sekadar kumpulan lagu pop, melainkan rangkaian fragmen emosi yang disusun seperti halaman buku harian. Ada cerita tentang kehilangan, harapan, patah hati, hingga proses menerima diri sendiri, semuanya dikemas dalam balutan pop modern dengan sentuhan elektronik yang halus dan hangat.
“Ini adalah diriku apa adanya. Semua rasa yang kutakutkan, semua hal yang kupelajari, dan semua yang akhirnya bisa kuterima,” ungkap Alika, menegaskan bahwa EP ini adalah refleksi paling jujur dari perjalanan batinnya.
Dari awal hingga akhir, “Tentang Diriku” terasa seperti perjalanan emosional yang mengalir, dimulai dari keheningan, melewati konflik, lalu berlabuh pada titik penerimaan yang tenang. Lirik-lirik yang ditulis sendiri oleh Alika terdengar seperti percakapan intim dengan dirinya, apa adanya tanpa pretensi. Setiap nada seolah dirancang untuk menarik pendengar lebih dekat, mengajak mereka ikut merasakan setiap denyut emosi yang ia tuangkan.
Perjalanan ini pertama kali diperkenalkan lewat sebuah soft launch yang digelar di Pasaraya Blok M pada 5 Desember 2025. Di sana, Alika tidak hanya tampil, tapi juga berbagi cerita di balik lagu-lagunya, menciptakan suasana hangat seolah duduk bersama dan saling bertukar kisah dari hati ke hati.
Dalam prosesnya, Alika juga menggandeng sejumlah musisi lintas generasi, mulai dari Bemby Noor, Ferdy Tahier, Icha Jikustik, Iyas Pras, hingga nama-nama seperti Anggi Anggoro, Ivan Alidiyan, dan Ferdinand Pardosi. Kolaborasi ini memberi warna yang kaya tanpa menghilangkan identitas personal yang jadi benang merah di seluruh EP.
Secara musikal, tujuh lagu dalam EP ini berdiri seperti bab-bab kecil dalam satu cerita besar. “Kita Berbeda” membuka dengan pengakuan pahit bahwa cinta tak selalu menemukan rumah yang sama. “Kau Tak Terganti” menyentuh sisi kehilangan yang dalam, tentang ditinggal pergi selamanya dan belajar merelakan. Sementara “Tersenyumlah” hadir sebagai pelukan hangat bagi mereka yang sedang bertahan dalam hubungan yang retak.
Di sisi lain, “Tak Sama Lagi” memotret perubahan yang menyakitkan dalam sebuah hubungan, kontras dengan “Belum Waktunya Jatuh Cinta” yang terasa lebih ragu dan reflektif, tentang jatuh hati yang datang di waktu yang belum tepat. EP ini kemudian mencapai klimaks emosionalnya lewat “Berakhir Sudah”, lagu yang menangkap perasaan ditinggalkan tanpa penjelasan, sebuah luka yang menggantung, sunyi, dan nyata.
Dengan “Tentang Diriku”, Alika Shafira tidak hanya memperkenalkan musiknya, ia mengundang pendengar untuk masuk ke dalam dunianya. Dan mungkin, di antara lirik-lirik sederhana itu, kita juga menemukan potongan cerita diri kita sendiri.
EP ini kini sudah tersedia di berbagai platform digital. Tinggal satu hal yang perlu dilakukan: dengarkan, rasakan, dan biarkan setiap lagunya berbicara.

